Nah, ironinya adalah mayoritas perokok di negeri ini, penghasilannya paling mentok Rp 1 juta/bulan. Uang dibakar. Mengalahkan pengeluaran untuk pendidikan, gizi, kesehatan.
Siapa yang paling kaya dengan adanya bisnis rokok? Petani tembakau? Perusahaan rokok lebih suka impor tembakau dari luar negeri. Pemerintah lewat cukai? Biaya perawatan penyakit akibat rokok lebih besar. Buruh perusahaan rokok? Ribuan buruh di PHK karena perusahaan lebih suka mesin. Silahkan cek data statistiknya, kalian akan tercengang.
Maka semua argumen demi petani, buruh, itu omong kosong!! Yang kaya
adalah pemilik perusahaan--yang keluarganya bahkan menyentuh rokok pun
tidak. Berhentilah heroik sekali membela rokok hanya karena kita
merokok. Mereka pemilik perusahaan untung habis2an, kita justeru ngasih
uang, tekor kesehatan pula.
Dukung Gerakan Stop Merokok Hari ini..!
Dukung Gerakan Stop Merokok Hari ini..!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar